Home Shop Cerita Kami Journal Hampers White Label Afiliasi ✦

Dari Kebun ke Cokelat · nDalem Origin

Setiap bar punya tanah tempat tumbuhnya

Kami percaya rasa yang terbaik lahir dari biji yang dirawat dengan tangan yang peduli. Ini adalah cerita tentang mereka — para petani yang menjadi awal dari semua yang ada di cokelat kami.

"Bean To Bar Artisan adalah perjalanan dari kebun ke cokelat. Dari tangan petani hingga menjadi satu batang cokelat yang utuh."

Saat sebagian besar industri cokelat membeli kakao dari broker tanpa tahu dari mana asalnya, kami memilih jalan yang berbeda: mengenal petaninya langsung, mengunjungi kebunnya, dan memahami tanah yang menghasilkan rasa itu.

Ini bukan marketing gimmick. Ini adalah cara kami memastikan bahwa setiap klaim "single origin" yang kami buat benar-benar bisa kami pertanggungjawabkan — dengan nama, dengan koordinat, dan dengan cerita yang nyata.

Petani Mitra · Signature Origin

Foto Petani

Pak Eddy

Gunung Kidul, Yogyakarta

Kebun Kakao
Buah Kakao

Signature Estate · Active Partnership

Pak Eddy dan Tanah Kapur Gunung Kidul

72%
Kandungan kakao pada bar signature kami
~1,5 Ha
Luas kebun yang dikelola
Ring of Fire
Terroir vulkanik yang membentuk profil rasa

Gunung Kidul bukan tanah yang mudah. Tanahnya berbatu kapur, kering di musim kemarau, dan keras digarap. Banyak yang menyerah. Pak Eddy tidak.

Ia sudah merawat kebun kakaonya selama lebih dari dua dekade — bukan karena kakao selalu menguntungkan, tapi karena ia percaya bahwa tanah yang keras justru menghasilkan biji yang karakter. Dan itu terbukti.

"Kalau tanahnya mudah, rasanya juga biasa. Kakao yang berjuang itu yang enak."

Kakao dari kebun Pak Eddy memiliki profil rasa yang sangat distinct: ada earthiness yang kuat dari tanah kapur, sedikit fruity yang muncul dari fermentasi yang sabar, dan aftertaste yang panjang — tanda kakao berkualitas tinggi yang difermentasi dengan benar.

Kami pertama bertemu Pak Eddy melalui jaringan petani lokal di Yogyakarta. Yang menarik bukan hanya kualitas bijinya, tapi cara ia berbicara tentang kakaonya — dengan pengetahuan yang dalam tentang fermentasi, pengeringan, dan musim. Ia bukan petani biasa. Ia seorang craftsman.

Setiap batch dari Pak Eddy Estate kami proses secara terpisah — tidak dicampur dengan origin lain — sehingga karakter unik tanah Gunung Kidul benar-benar bisa kamu rasakan dalam setiap gigitan bar 72% kami.

Mengapa Gunung Kidul Berbeda

Tanah yang membentuk rasa

Dalam dunia wine, terroir adalah konsep sakral — bahwa rasa anggur tidak hanya ditentukan oleh varietasnya, tapi oleh seluruh lingkungan tempat ia tumbuh: tanah, iklim, ketinggian, dan bahkan manusia yang merawatnya.

Hal yang sama berlaku untuk kakao. Dan Gunung Kidul adalah salah satu terroir kakao paling unik di Indonesia — mungkin di dunia.

Tanah karst berbatu kapurnya yang miskin hara memaksa pohon kakao untuk mengembangkan sistem akar yang dalam dan kuat. Stres yang dialami tanaman justru mengkonsentrasikan flavour dalam bijinya. Hasilnya: kakao dengan karakter yang jauh lebih kompleks dari kakao yang tumbuh di tanah subur.

Tanah Karst & Batu Kapur

Drainase alami yang sempurna. Air tidak menggenang, akar bekerja keras, pohon mengkonsentrasikan flavour dalam biji.

Ring of Fire · Vulkanik

Mineral vulkanik dari lapisan tanah dalam memberikan catatan rasa earthy dan mineral yang khas — tidak ditemukan di origin lain.

Iklim Kering Musiman

Musim kemarau yang panjang memperlambat pertumbuhan buah, memberikan waktu lebih lama bagi flavour untuk berkembang dalam biji.

Fruity & Long Finish

Kombinasi terroir unik dan fermentasi sabar menghasilkan profil rasa: red fruit, earthy, dengan aftertaste yang sangat panjang.

Proses Produksi

Dari kebun ke tanganmu

Setiap bar nDalem melewati enam tahap yang kami kontrol penuh — dari cara petani memanen hingga cara kami membungkus. Tidak ada shortcut.

01
Panen Selektif
Hanya buah kakao yang matang sempurna yang dipetik. Tidak ada kompromi pada tahap ini.
02
Fermentasi
5–7 hari fermentasi terkontrol. Di sinilah sebagian besar flavour terbentuk — bukan di dapur kami.
03
Sun Drying
Pengeringan di bawah matahari penuh. Kadar air diturunkan hingga 6–7% untuk kestabilan rasa.
04
Roasting
Setiap origin dipanggang dengan profil suhu yang berbeda — disesuaikan dengan karakternya masing-masing.
05
Conching
Penggilingan dan aerasi selama 24–72 jam. Proses ini menghaluskan tekstur dan mengeluarkan flavour terbaik.
06
Tempering
Pengkristalan lemak kakao yang memberi snap sempurna dan kilap yang indah pada permukaan bar.

Perluasan Origin

Origin yang sedang kami dekati

Membangun kemitraan dengan petani membutuhkan waktu dan kepercayaan. Kami sedang dalam proses pendekatan dengan dua petani dari dua origin berbeda yang kami yakini akan menghadirkan dimensi baru dalam portofolio kami.

Origin 02 · Dalam Pendekatan

Pangandaran

Kakao dari pesisir selatan Jawa Barat ini menyimpan potensi profil rasa yang sangat berbeda dari Gunung Kidul — lebih floral, lebih bright, dengan aciditas yang lebih tinggi dari coastal terroir-nya. Kami sedang membangun kepercayaan dengan petani lokal di kawasan Pangandaran.

Proses pendekatan aktif

Origin 03 · Dalam Pendekatan

Kalimantan Utara

Indonesia adalah negeri kepulauan dengan ratusan terroir kakao yang belum sepenuhnya terpetakan. Kami sedang menjajaki kemitraan dengan satu origin di Kalimantan Utara yang karakternya sangat menjanjikan — cerita ini akan kami bagikan segera.

Identitas akan diungkap segera

Peta Origin

Di mana kakao kami tumbuh

Kemitraan aktif Dalam proses pendekatan

Rasa yang jujur
dimulai dari tanah yang jujur

Setiap bar Bean to Bar Artisan adalah bentuk penghormatan kami kepada Pak Eddy dan semua petani yang merawat kakao Indonesia.

Lihat Produk Bean to Bar Baca Manifesto Kami